Kalau mendengar nama klub sepeda ‘Ronggolawe’ di daerah Cikarang, pastinya sudah tidak asing lagi. Klub sepeda yang dimotori oleh pak Wid, panggilan akrab pak Widodo ini sudah cukup terkenal diantara klub-klub sepeda yang ada di Cikarang atau Bekasi. Ronggolawe juga mempunyai anggota yang cukup banyak, ± 200 orang yang sudah menjadi anggota ‘Ronggolawe’, bahkan sebagian besar anggota ‘Ecek Ecek Bikers’ adalah anggota ‘Ronggolawe’. Ecek Ecek Bikers didirikan untuk menampung sebagian besar pesepeda diluar area Ronggolawe, hal ini dimaksudkan untuk menjaga nama besar ‘Ronggolawe’.

Tujuan gowes kali ini yaitu ‘Curug Cigentis’, curug cigentis terletak di desa mekar buana, kecamatan tegal waru, kabupaten karawang. Curug cigentis berada di ketinggian ±1000 mdpl (meter diatas permukaan laut) dan memiliki ketinggian 25 m dengan debit air dipengaruhi curah hujan dikawasan tersebut, bila kemarau panjang maka airnya seperti pancuran.

Jalur Jembatan kalimalang ke Curug Cigentis

Curug Cigentis, 07 Februari 2016

Start point kali ini di ‘Jembatan kalimalang, jarakosta’. Seperti biasanya, sebelum melakukan perjalanan, ada Arahan dari ketua ‘Ronggolawe’, tetapi berhubung pak Wid sebagai ketua tidak bisa ikut pada gowes kali ini kerena sakit, maka arahan diwakilkan ke pak Agus Setiadi. Sebagai klub sepeda yang sudah mempunyai banyak pengalaman dan jam terbang yang tinggi, arahan begitu rapi, dari perhitungan jumlah peserta sampai dengan hal-hal yang harus di perhatikan selama di perjalanan. Arahan di tutup dengan doa, agar perjalanan lancar dan semua anggota selamat sampai tujuan.

Jalur yang dilalui, beserta jarak tempuh per titik

  1. Jembatan kali malang  ===>  Kobak biru, jarak tempuh ±17,2 KM
  2. Kobak biru                    ===> Pasar Loji, jarak tempuh  ±30 KM
  3. Pasar Loji                      ===> Curug cigentis, Jarak tempuh ±8 KM

Dari jembatan kali malang rombongan menyusuri sepanjang jalan kali malang, jalan cenderung mendatar, agak basah dan becek karena hujan sering mengguyur jalan beberapa hari ini. Jalur mendatar disepanjang kalimalang memang bukan hambatan, tetapi harus ekstra hati-hati, karena jalur kalimalang terkenal dengan kendaraan bermotor yang sering melaju kencang dan kadang-kadang membahayakan pengendara lain.

Akhir dari jalur kalimalang yaitu jembatan kobak biru, jembatan kobak biru terletak disebelah kanan akhir jalur kalimalang.

Istirahat pertama di Alfamart setelah Kobak biru

Jalur sepanjang Kobak biru sampai dengan pasar loji masih mendatar, tidak ada tanjakan yang menguras tenaga. Jalur ini juga termasuk jalur ramai, karena banyak dilewati kendaraan, tetapi masih relatif aman daripada jalur kalimalang.

Sampai pasar loji, dipertigaan ambil jalur kanan ke arah cigentis. Di hari libur, apalagi libur panjang, pasar terlihat ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor. Ini titik macet ketika hari libur tiba, karena selain ramai, jalan ke arah cigentis agak sempit untuk di lalui dua jalur berlawanan.

Pasar Loji
Pasar loji dilihat dari ‘Street view’

Melewati pasar loji mulai terasa jalan menanjak, cukup menguras tenaga, apalagi cuaca yang sangat menyengat. Jalur menanjak memang tidak terlalu banyak, tetapi agak panjang-panjang atau lumayan jauh jaraknya. Jadi tinggal pilih, jika tenaga cukup dan nafas kuat bisa diteruskan dengan tetap mengayuh sepeda, jika tidak, lebih baik turun dari sepeda dan tetap melanjutkan meneruskan perjalanan dengan sepeda di dorong. Sebagian orang kadang merasa malu untuk mendorong sepeda dan memaksakan diri untuk tetap mengayuh sepeda. Hal ini cukup berbahaya menurut saya, karena bisa menyebabkan cidera atau nafas tersenggal-senggal.

Jalur setelah pasar Loji, menanjak, tetapi cukup indah

Ternyata jalur yang dilalui sebelum curug sungguh memanjakan mata, sawah yang membentang, bukit hijau yang terlihat dari kejauhan dan air yang mengalir dengan jernih yang sungguh-sungguh jarang kita temui di daerah industri.

Ternyata disini juga tempat tentara-tentara baru belajar mencari jejak dan survival. Menurut pelatih mereka, mereka (tentara) sudah belajar mencari jejak dan survival sejak 3 bulan yang lalu.

DSC02557
Latihan mencari jejak dan survival tentara
DSC02556
Tentara mengawasi jalur dari atas bukit

Jalur arah mendekati curug cigentis sangat menanjak, cukup sulit dilalui dengan mengayuh sepeda, bahkan berjalan kaki saja kaki sudah terasa lemas dan harus beberapa kali menarik nafas,,,hmmm. Hanya beberapa anggota Ronggolawe yang mampu mengayuh dan membawa sepeda sampai curug.

Rasa lelah terbayar lunas dari air terjun yang mengalir membasahi kepala dan badan, terasa segar dan mengembalikan tenaga serta semangat yang sudah habis setelah mendaki jalan menuju arah curug.

Curug cigentis sangat direkomendasikan bagi goweser yang belum mempunyai tujuan gowes. Hanya saja beberapa persiapan harus dilakukan, seperti fisik,mental dan alat-alat untuk repair sepeda, jika sepeda mengalami kerusakan, karena selain jarak yang cukup jauh, tanjakan panjang dan turunan curam juga menjadi alasan kenapa persiapan yang yang matang diperlukan untuk gowes menuju curug cigentis.

Kenangan di curug cigentis, segar dan membangkitkan semangat

Jadi bagi goweser yang berencana gowes dengan jarak tempuh yang panjang dan mencari suasana yang segar serta air terjun yang indah, curug cigentis sangat direkomendasikan.

Versi video

 

Salam gowes,

 

Cikarang, 10 Februari 2016

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *