Kali ini kami mengunjungi curug ‘Cijalu’ yang berada di daerah subang, daerah subang terkenal dengan ‘Nanas madu’ sebagai komoditas pertanian yang banyak ditemukan. kalau mendengar kota Subang, pasti yang terlintas di benak kita jalur pantura, jalur yang selalu ramai dibicarakan pada saat musim mudik menjelang hari raya Idul Fitri.

Curug ‘Cijalu’ terletak di desa Cipancar, kecamatan serang panjang, kabupaten Subang, Jawa Barat. Jaraknya sekitar ±98 km dari cikarang, bekasi.

Jarak tempuh yang lumayan jauh membuat kami memutuskan untuk loading dari cikarang ke subang, tepatnya di pintu masuk curug Cijalu disebelah kanan jalan utama (dari arah wanayasa, purwakarta). Tidak banyak rute yang kami lewati, dari pintu masuk cijalu, kami hanya mengikuti jalan menuju curug.

Perjalanan diadakan pada tanggal 08 Januari 2017. dimulai pada jam 05.20 dengan jumlah anggota 13 orang.

Loading depan Indofood CBP

1 (2)1 (1)

Arus lalu lintas menuju subang via purwakarta tidak terlalu padat, mobil yang kami tumpangi dapat bergerak bebas. Rute yang kami lalui melewati karawang tembus ke kawasan industri karawang dan keluar desa cibungur. Masuk ke arah purwakarta melewati situ wanayasa.

 

Pedal sepeda mulai kami kayuh dari pintu masuk curug ‘Cijalu’, tepatnya di desa Babakan, Subang. Mentari belum terlalu terik karena kami sampai pintu masuk jam 9 pagi. Udara masih segar, masih terdengar suara kicauan burung dari berbagai arah.

 

2 (2)2 (3)2 (1)

Dari pintu masuk di dekat jalan utama, kita akan menjumpai pintu masuk ke curug Cijalu, harga tiket masuk ke curug Cijalu dikenakan Rp.15.000/orang.

3

Setelah melewati pintu masuk, kami di naungi pohon di kiri kanan jalan, yang membuat udara tidak terasa panas. Pohon-pohon tidak terlalu besar, tetapi cukup disiplin berjajar di sepanjang jalan. Dari kejauhan terlihat bukit yang menyembul di bawah awan. Cukup asri dan sejuk dipandang mata.

 

Setelah melewati barisan pepohonan dan sawah nan hijau membentang, kami disuguhkan panorama perkebunan teh, sungguh asri, sejuk. Udara mulai membelai-belai wajah kami. Trek disini mulai menanjak, walaupun tidak terlalu tinggi, tetapi cukup membuat tenaga sedikit terkuras.

 

Momen seperti ini sayang jika dilewatkan, dokumentasi selalu jadi prioritas utama kami, untuk memupuk rasa kebersamaan.

 

Melewati kebun teh, pengelihatan kami tertuju pada lelaki di pinggir jurang yang sedang menjajakan barang dagangannya, barang dagangan yang  menarik perhatian kami. ‘Nanas madu’, ciri khas kabupaten subang yang sayang jika dilewatkan.

 

8 (2)

Setelah puas memilih dan membeli nanas madu untuk dibawa pulang sebagai oleh, kami melanjutkan perjalan ke curug, dari arah sini, tidak terlalu jauh, hanya kisaran jarak tempuh ±10 menit.

810 (2)IMG_20161218_110435

Seperti tempat wisata pada umumnya, jika hari libur selalu dipadati oleh pengunjung untuk melepas lelah dan meluangkan waktu untuk keluarga.

810 (3)810 (4)810 (11)810 (12)

Sebelum menikmati dinginnya air terjun yang cantik nan tinggi, kami bersantap ria dengan nasi bungkus yang sudah disediakan pengurus ‘Ecek2 Bikers’. Nasi bungkus terasa nikmat, entah memang nikmat, entah laper,,mungkin faktor terbesar yang menjadikan nasi bungkus dengan lauk ayam goreng terasa begitu nikmat, faktor laper, hehehe.

Disini terlihat kebersamaan sebenarnya, tidak harus mewah untuk terlihat solid dan kompak, hal sederhana seperti ini pun bisa menjadikan kita solid dan kompak.

810 (10)

Curug ‘Cijalu’ memang sungguh mempesona, mungkin masih jarang publikasi mengenai curug ini, tetapi kami sangat merekomendasikan kepada teman-teman goweser untuk mencoba trek ini. Kami yakin, teman-teman bakal menikmati rindangnya pepohonan, kebun teh yang mempesona dan curug nan cantik.

810 (9)810 (16)810 (15)15965454_1925962324301831_4625084590426520230_n

810 (1).

Cikaran 2017,

Salam gowes dari sahabat ‘Ecek2 Bikers’

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *