Masih terlintas sekilas dipikiran, ketika saya membawa sepeda ke kantor, ada seorang teman yang nyeletuk “Wah,,kekinian banget luh”. Kata ‘kekinian banget’ bisa menimbulkan banyak arti, seperti : modern sekali,keren sekali atau gaya sekali (sindirian yang diperhalus). Kalau dilihat dari raut muka teman yang nyeletuk, kata ‘kekinian banget’ bisa berarti ‘gaya sekali’ atau ‘gaya banget’. Berarti teman saya tadi sedikit menyindir saya yang ke kantor menggunakan sepeda dengan safety yang lengkap (helm,masker,sarung tangan,sepatu) tetapi dengan nada yang diperhalus.

Senang rasanya diperhatikan seperti itu (padahal disindir,,hee). Bisa dimaklumi jika ada orang yang bicara seperti itu, hanya bisa tersenyum tanpa membalas dengan argumen yang saya punya, karena dibalas dengan argumen juga percuma, kalau bukan hobi, ya tidak mengerti bagaimana bersepeda aman menggunakan safety. safety yang saya pakai itu hanya terlihat seperti gaya.

Menurut saya sepeda itu bukan sekedar gaya, tetapi lebih dari sekedar hobi, hobi yang menimbulkan hal-hal yang bermanfaat, seperti ‘Hobi yang menyehatkan’, ‘Hobi yang menyenangkan’, ‘Hobi yang mendatangakan banyak teman’.

Setiap orang pastinya mempunyai hobi masing-masing, setiap hobi yang mereka jalani pasti mereka mempunyai persepsi tersendiri terhadap hobi tersebut.

Misalnya dianalogikan seperti pengalaman yang pernah saya alami berhubungan dengan hobi saya dan orang lain.

Sedikit saya ceritakan hobi saya sebelumnya. Hobi saya sebelumnya adalah mendaki gunung. Mendaki gunung itu seperti bersepeda, sama-sama menyenangkan, karena membuat otak terasa segar (Udara dingin serta pepehonan yang rindang) ,mengajarkan arti perjuangan yang sesungguhnya (puncak gunung seperti cita-cita kita, diperlukan perjungan untuk mencapainya),mendekatkan kita kepada tuhan yang maha esa (Ketika kita berada di puncak, disitu kita merasa kita adalah mahkluk tuhan yang kecil dan mempunyai keterbatasan).

Tetapi orang yang tidak hobi (tidak suka), banyak pertanyaan yang timbul dipikiran mereka, misalnya : buat apa naik gunung?apa gunanya?ngapain sih luh, bikin cape aja?jauh-jauh cuma ngabisin uang aja?

Pertanyaan diatas mudah dijelaskan, tetapi sulit diterima orang yang tidak hobi, tetapi saya paling suka jika yang bertanya itu seorang perokok. Hmmm,,,bisa langsung skak mat, dengan membalikan pertanyaan diatas, misalnya : Buat apa ngerokok?apa gunanya?bikin penyakit?kenapa, kok asap dimakan?ngabisin uang aja?

Seorang perokok pasti punya pendapat yang mudah mereka jelaskan, tetapi sulit kita terima dan mengerti.

Jadi untuk teman-teman yang mengalami apa yang pernah saya rasakan, biar saja, syukur-syukur bisa tersenyum,,heee. Seperti yang saya jelaskan diatas, tiap orang/kelompok, mempunyai persepsi masing-masing dengan hobinya.

Kembali ke sepeda,,

Untuk bersepeda jarak jauh, apalagi medan yang dilalui agak licin dan sedikit menanjak. Peralatan safety yang mendukung diperlukan, misalnya :

1.Helm

Helm berfungsi mencegah benturan langsung yang mengenai kepala,ketika kita kehilangkan keseimbangan dan terjatuh.

2. Masker

Untuk melindungi pernafasan kita dari asap yang keluar dari kendaraan bermotor, khususnya di jalan raya. Untuk pedesaan atau hutan, masker sebaiknya dilepas, agar kita lebih menikmati udara segar yang berasal dari pepohonan di sekeliling kita.

3. Sarung tangan

Sarung tangan untuk melindungi tangan dari lecet dan memperkuat pegangan tangan pada handle bar.

4. Sepatu

Melindungi kaki dari lecet dan memperkuat pijakan pada pedal.

 

Contoh safety_rev

 

Jadi bersepedalah dengan aman,,dan bersepedalah sebelum bersepeda itu dilarang (Ambil kutipan dari WARKOP DKI dikit,,,heee).

 

Salam gowes,

Cikarang, 23 Maret 2016

 

 

 

 

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *