16
Jalur pejalan kaki dan sepeda di Jepang

Wah….akhirnya dipake lagi nih sepeda, setelah sekian lama cuti panjang (Hee,,lucu juga, kerja aja belum tapi udah cuti panjang), lama ga gowes, sekalinya gowes berasa cape juga, padahal jarak tempuh Cuma  ±10km, ini jarak PP (Pulang pergi) PT.Kiriu ke PT.Hanwa (MM2100).

Gowes pagi sekaligus lari kecil ternyata cukup menyenangkan, selain di jalan masih sepi, udara juga masih berasa segar dan dingin.

Tapi perjalanan pulang perlu sedikit perjuangan, karena area menuju kawasan MM2100 sudah lumayan ramai, karena di lalui pekerja yang bekerja di area kawasan MM2100. Disini mulai terasa, bahwa hukum rimba masih berlaku di jalan, siapa kuat dan cepat dia akan menguasai jalan. Demi mengejar waktu, kadang pengendara sepeda motor lebih mementingkan egonya daripada pengendara lain, tidak ada yang mau mengalah, semua mau duluan, bahkan mereka melewati batas jalur yang sudah ditentukan untuk mereka dan mengambil paksa jalur berlawanan. Untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda, nasib mereka lebih mengenaskan, banyak pengendara motor yang egois tidak berpikir untuk memberi ruang bagi mereka, bahkan langsung membunyikan klakson untuk memaksa pejalan kaki dan pesepeda menyingkir, karena mereka anggap pejalan kaki dan peseda terlalu pelan dan lamban.

Hal ini sebagai pengalaman dan pembelajaran berharga buat gue, agar memberi ruang untuk pejalan kaki dan pesepeda yang ada di jalan, jangan egois dan mengganggap jalan itu hanya milik kita dan langsung membunyikan klakson ketika di depan kita ada pejalan kaki dan pesepeda yang kita anggap lambat berjalan. Hmm…mungkin pengalaman ini bisa melahirkan dalil seperti ini ”Praktek atau terjun langsung ke lapangan lebih tepat sasaran daripada teori, karena dengan praktek dan terjun lansung, kita dapat merasakan apa yang tidak bisa kita baca dalam teori, dan juga praktek tidak semudah apa yang di katakan teori “ artinya “kita tidak akan merasakan apa yang mereka rasakan, jika kita tidak mencobanya”.

Bersepeda pagi dan lari kecil pagi hari sangat baik untuk kesehatan, apalagi bisa di lanjutkan ke “Bike to Work”, karena selain baik untuk kesehatan, kita juga bisa mengurangi konsumsi bahan bakar dan mengurangi polusi yang dihasilkan dari kendaraan bermotor. Sedikit cape tapi untuk menjadi manusia yang sehat dan lebih baik, diperlukan pengorbanan dan perjuangan.

Untuk pengendara motor, belajarlah ber-empati dengan berjalan kaki atau mengayuh sepeda, maka kalian akan merasakan apa yang dirasa pejalan kaki dan pengendara sepeda, agar lebih tertib dan lebih menghormati pengguna jalan lain.

Andai dipinggiran kota seperti ini ada jalur khusus sepeda di setiap jalannya seperti di kota besar atau luar negeri dan jalur tersebut diberi pembatas agar lebih aman,  bersepeda di pagi hari pastinya lebih menyenangkan dan lebih aman.

 

Cikarang, 02 Februari 2016

 

Salan gowes,

 

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *