Akhir-akhir ini cuaca cukup panas, musim kemarau telah tiba, tanah gersang dan berdebu, karena hujan sudah lama tak jatuh membasahi tanah. Terbesit dipikiran kami untuk mencari rute gowes yang tidak terlalu jauh dan memiliki air yang segar. Setelah ngobrol ngalor ngidul, akhirnya ‘Pemandian sodong’ yang terletak di Desa linggar mukti, kecamatan klapanunggal, tempat yang kami kira cocok sebagai tujuan gowes kami kali ini.

Rute Sukadanau – Sodong

12 Agustus 2018 tepatnya pukul 06.00 dimulai dengan berdoa, kami mulai mengayuh sepeda kami, start dari depan PT.Indofood sukses makmur yang terletak di desa Sukadanau. Cuaca terlihat cerah, jalan arah menuju kawasan MM2100 terlihat langgeng dihari libur kerja, biasanya jalan ini sangat padat dilalui kendaraan bermotor baik roda 2 maupun kendaraan roda 4 atau lebih, karena jalan ini adalah jalan lintas kawasan industri di cikarang.

Rute yang kami lalui kali ini ± 38 km dari titik awal, tidak terlalu jauh dengan trek yang tidak terlalu menanjak, sehingga sangat memungkinkan jika gowes pulang pergi (PP) tanpa di loading. Sambil mengayuh terlihat senyum dari beberapa anggota, mungkin mereka sudah membayangkan mandi di tempat yang asri dan sejuk.

 

Hari masih pagi, cuaca masih mendukung untuk dinikmati, kami pikir secangkir teh hangat dihidangkan dengan pisang goreng pastinya akan menambah semangkat kami. Sambil mengayuh pedal sepeda, mata lirik kiri kanan mencari warung kopi dipinggir jalan, akhirnya menepilah diwarung pinggir jalan, tapi apa daya tak ada secangkir teh yang bisa dihidangkan oleh pemilik warung, si dengan tegas berkata “Maaf mas, disini tidak jual teh manis”, buyarlah harapan kami,,hihihi.

 

    

Perjalanan awalnya lancar, tetapi di tengah perjalanan salah satu anggota kami mengalami keram lutut, hal yang kadang dirasakan oleh para pesepeda, lutut terasa sangat sakit jika dipaksa untuk mengayuh pedal. Perjalanan mulai tersendat, karena kami lebih memilih berhenti menunggu rekan kami daripada harus meninggalkannya, karena kami khawatir kalau dipaksakan terus mengayuh, lututnya makin cedera. Kadang  ada saja orang atau beberap kelompok orang yang terlalu mementingkan egonya sendiri, dia tidak terlalu perduli dengan keadaan temannya yang cidera atau tidak bisa melanjutkan perjalanan. Yang ada dipikirannya hanya kebanggan jika cepat sampai dengan durasi yang cepat. Untuk melanjutkan perjalanan teman kami terpaksa dibantu agar perjalanannya tidak terlalu berat dengan mendorongnya.

Cuaca masih sangat mendukung, pedal terus dikayuh, mulai memasuki daerah klapa nunggal, terlihat sawah membentang luas, jalan sedikit terasa menurun, tiba-tiba kami dihadang oleh kawanan sapi, kawanan sapi yang sedang digembalakan oleh pemiliknya.

 

Memasuki kawasan pemandian sodong, akhirnya teh manis hangat bisa kami rasakan, ibu penjaga warung dipinggir jalan dengan tegas menjawab pertanyaan kami, “Teh manis ada, pesan berapa?”, akhirnya kesampaian juga,,hihihi.

Sebelumnya melanjutkan perjalanan, ada baiknya selfie dulu, agar efek teh manis selalu terasa,,hihihi.

  

Akhirnya kami sampai juga di pemadian ‘Sodong’, orang yang belum pernah merasakan mata air Sodong, kolam berukuran kecil tersebut tidak terlalu menarik, karena terlihat biasa-biasa saja, tapi kalau mereka sudah nyebur dan merasakan segarnya kolam pemandian sodong, mereka akan betah dan tidak akan beranjak keluar kolam. Lihat sendiri kawan, airnya begitu bening, hingga dasar air terlihat jelas.

Setelah perjalanan yang melelahkan dan penuh kesabaran, momen kebersamaan seperti harus selalu ada dan akan terkenang dimasa yang akan datang.

 

 

Ingat kawan, dimana ada perjuangan dan solidaritas disitu ada gelak tawa dan canda yang pastinya akan kita kenang, bersepeda itu untuk sehat dan untuk kesenangan bukan untuk membuktikan siapa yang paling hebat diantara kita, sekian.

Salam hangat dari Ecek2 Bikers,

Cikarang, 08 september 2018.

Written by 

4 thoughts on “Gowes to mata air ‘Sodong’, Bogor”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *